Kegiatan

Momen Indah Menyemangati Ortu dan Anak

“Untung Anak Saya Sabar”
Setelah Tim Psikologi selesai melaksanakan psikotes dan mengolah hasil tes 24 orang siswa sekolah hebat

SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Aek kanopan, hari ini tibalah saatnya menyemangati ortu dan anak, agar optimal dalam menggunakan hasil psikotes sebagai peta jalan mengantarkan anak ke gerbang sukses.
Melayani anak dan ortu dari pagi sampai menjelang Magrib nyaris tanpa rehat, pastinya berbuah kelelahan. Tapi rasa lelah itu rasanya tidak sebanding dengan rasa senang dan bangga melihat para ortu memahami jalur sukses anak mereka.
Ortu memahami bahwa masing2 anak punya jalur suksesnya sendiri. Ada yg menempuh sukses melalui jalur akademik, meraih juara ini dan itu, menempuh pendidikan tinggi kelas satu sampai jenjang akademik tertinggi. Tapi ada pula yang diberkahi jalur sukses lain, yang tak sama denga jalur akademik, misalnya jalur wirausaha. Sejak kecil pintar menyimpan uang, hebat dalam hubungan sosial, cakap berkomunikasi, mudah menyesuaikan diri dan punya teman dimana2. Anaknya berpotensi sukses, meski tidak harus juara kelas dan sekolahnya tidak perlu pula di tempat yang terbaik.
Kekurang-fahaman ortu thd jalur sukses anak ini, seringkali menjadi sumber konflik dengan anak. Ada ortu yang ingin anaknya pintar dan juara di bidang matematika, seperti anak orang lain. Bila anaknya agak “lola” matematika, maka ortunya panik, dan anak akan dipaksa dengan aneka les, bertumpuk2 tugas, dan segudang nasehat bahkan tekanan.
Saat segala les, tekanan bahkan ancaman itu tak berhasil membuat anak sejuara anak lain, maka ortu akan kecewa dan memberi label pada anaknya sebagai anak bodoh. Labelling seperti ini sangat memojokkan anak, mematikan potensi hebat anak di bidang lain, dan pada akhirnya menutup pintu sukses anak, menjadikan anak tidak menjadi siapa2 dan terus bergantung pada ortu sampai tua.
Saat hal ini diceritakan kepada ortu yg awalnya mengeluh anaknya tidak hebat2 dalam pelajaran matenatika, ortu tsb tiba2 berucap, “Untung anak saya sabar!! “. Beliau ternyata menyadari kesalahannya dalam pengasuhan anak, terlalu memaksakan sukses kepada anak, sehingga hampir tiap hari “berantem” dengan anak, padahal jalur sukses itu bukan jalurnya anak.
Ayo dalami jalur sukses anak kita, dan hantarkan mereka ke gerbang sukses dengan cara yang tepat.
Show More
Close